A)struktrur elektron dari atom
Unsur-unsur yang
paling penting daam ahli kimia organic adalah karbon, hydrogen, okseigen dan
nitrogen. Setiap kali electron berhubungan dengan sejumlah eneergi tertentu.
Eleketron yang diangkat ke inti lebih tertarik pada proton dalam inti dari pada
electron yang lebih jauh kedudukannya. Karena itu, semakin dekat leketron
terdapat ke inti semakin rendah energinya , dan lektron ini sukar berpindah
dalam reaksi kimia. Kulit electron yang
terdekat ke inti adalah kulit yang
terendah energinya, dan lektron dalam kulit ini dikatakan berada pada tingkat pertama.
Electron dalam kulit kedua, yaitu pada tingkat energy kedua, mempunyai energy
yang lebih tinggi dari pada electron dalam tigkat pertama, electron pada
tingkat ketiga yaitu pada energy energy ketiga, mempunyai energy yang lebih
tinggi.
Semakin
dekat elektron terdapat ke inti, semakin rendah energinya dan sulit untuk
berpindah. Orbital atom adalah bagian dari ruang dimana kebolehjadian
ditemukannya sebuah elektron dengan kadar energi yang khas adalah tinggi
(90-95%). Rapat elektron adalah istilah lain yang digunkan untuk menggambarkan
kebolehjadian ditemukannya elektron pada titik tertentu. Rapak elektron lebih
tinggi berarti kebolehjadiannya lebih tinggi dan sebaliknya. Konfigurasi
elektron adalah suatu pemerian mengenai struktur elektron dari unsur.
- Orbital atom
Kulit
electron pertama hanya mengandung orbital bulat 1s. kebolehjadian untuk
menemukan electron 1s adalah tertinggi dalam bulatan ini. Kulit kedua, yang
agak berjauhan dari inti dari pada kulit pertama, mengandung satu orbital 2s
dan tiga orbital 2p. Orbital 2s, seperti orbital 1s adaah bulat.
Tingkat
energy kedua mengandung tiga orbital atom 2p. orbital 2p ada jarak sedikit agak
jauh dari inti dari pada orbital 2s dan mempunyai energy yang agak sedikit
lebih tinggi. Orbital p berbentuk seperti halter, etiap orbital p mempunyai dua
cuping yang terpisah oleh simpul pada inti.
- Pengisian orbital
Electron
mempunyai spin, yang dapat berputar menurut arah jarum jam atau berlawanan arah
jarum jam (+1/2 atau -1/2). Pin dari partikel bermuatan, menimbulkan medan
magnet kecil atau momen magnet, dan dua electron dengan spin berlawanan.
B) Jari-jari atom dan Keelektronegatifan
Jari-Jari Atom adalah jarak elektron terluar ke inti atom dan menunjukan besar-kecilnya ukuran suatu atom. Jari-jari atom ditentukan dengan mengukur panjang ikatan (jarak antara inti) dalam senyawa kovalen seperti pada Cl-Cl atau H-H dan kemudian membaginya dengan dua. Karena itu, jari-jari atom sering disebut jari-jari kovalen. Nilai jari-jari biasanya diberikan dalam Angstrom (Å) dengan 1 Å = 10-8 cm.
Jari-Jari Atom adalah jarak elektron terluar ke inti atom dan menunjukan besar-kecilnya ukuran suatu atom. Jari-jari atom ditentukan dengan mengukur panjang ikatan (jarak antara inti) dalam senyawa kovalen seperti pada Cl-Cl atau H-H dan kemudian membaginya dengan dua. Karena itu, jari-jari atom sering disebut jari-jari kovalen. Nilai jari-jari biasanya diberikan dalam Angstrom (Å) dengan 1 Å = 10-8 cm.
Jari-jari atom
berubah-ubah bergantung pada besarnya tarikan antara inti dan elektronnya.
Makin besar tarikan, makin kecil jari-jari atomnya. Dalam suatu
golongan, jari-jari atom semakin ke atas cenderung semakin kecil. Hal ini
terjadi karena semakin ke atas, kulit elektron semakin kecil.
Dalam suatu periode, semakin ke
kanan jari-jari atom cenderung semakin kecil. Hal ini terjadi karena semakin ke
kanan jumlah proton dan jumlah elektron semakin banyak, sedangkan jumlah kulit
terluar yang terisi elekteron tetap sama sehingga tarikan inti terhadap
elektron terluar semakin kuat.
Keelektronegatifan adalah kemampuan
suatu atom untuk menarik elektron dari atom lain. Faktor yang mempengaruhinya
adalah gaya tarik dari inti terhadap elektron dan jari-jari atom.Makin besar jumlah proton berarti makin besar
muatan inti positif, dan dengan demikian tarikn untuk elektron ikatan
bertambah. Karenanya, keelektronegatifan bertambah dari kiri ke kanan untuk
periode tertentu dari susunan berkala.
Untuk Unsur-unsur yang segolongan
: keelektronegatifan makin ke bawah makin kecil,karena bagian bawah dalam
sistem periodik cenderung melepaskan elektron.
Untuk Unsur-unsur yang seperiode :
keelektronegatifan makin kekanan makin besar. keelektronegatifan terbesar pada
setiap periode dimiliki oleh golongan VII A (unsur-unsur halogen). Harga
kelektronegatifan terbesar terdapat pada flour (F) yakni 4,0, dan harga
terkecil terdapat pada fransium (Fr) yakni 0,7.
Harga keelektronegatifan penting
untuk menentukan bilangan oksidasi,unsur dalam sutu senyawa. Jika harga
kelektronegatifan besar, berati unsur yang bersangkutan cenderung menerim
elektron dan membentuk bilangan oksidasi negatif.Jika harga keelektronegatifan
kecil,unsur cenderung melepaskan elektron dan membentuk bilangan oksidasi
positif.Jumlah atom yang diikat bergantung pada elektron valensinya.
C) Panjang ikatan dan sudut ikatan
C) Panjang ikatan dan sudut ikatan
Panjang ikatan rangkap tiga (C dengan C) :1,2
Panjang ikatan rangkap dua (C dengan C) :
1,34
Panjang ikatan tunggal (C dengan C) : 1,52
Panjang ikatan antara C dengan H : 1,08
Dari data panjang ikatan diatas dapat
disimpulkan panjang ikatan rangkap tiga lebih pendek bila dibandingkan dengan
ikatan rangkap dua dan ikatan rangkap tunggal dua lebih pendek dari ikatan
tunggal. Dan ikatan C dengan H lebih pendek dari ikatan tunggal antara C dengan
C. panjang dan kekuatan suatu ikatan tergantung dari hibridasi dari atom yang saling
beriktan. Semakin besar karakter s dalam orbital yang digunakan atom-atom untuk
membentuk ikatan semakin pendek dan kuat ikatan tersebut.
Jarak yang memisahkan inti dari dua atom yang
terikat kovalen disebut panjang ikatan. Panjang ikatan kovalen, yang dapat
ditentukan secara eksperimental, mempunyai selang harga dari 0,74 Å sampai 2 Å.
Bila ada lebih dari dua atom dalam molekul, ikatan membentuk sudut, yang
disebut sudut ikatan. Sudut ikatan bervariasi dari kira-kira 600
sampai 18oD) Energy disosiasi ikatan.
Bila
atom saling terikat membentuk molekul , energy dilepaskan (biasanya sebagai
kalor atau cahaya). Jadu untuk molekul agar terdiosiasi menjadi atom-atomnya,
harus diberikan energy. Ada dua cara
agar ikatan dapat terdiosisasi. Satu cara adalah karena pemaksapisahan
heterolitik (Heterolytic Cleavage)( yunani hetero, “berbeda”) dimana kedua
elektron ikatan dipertahankan pada satu atom. Hasil dari pembelahan heterolik
adalah sepasang ion. Proses lain yang memungkinkan suatu ikatan terdisosiasi
adalah pemaksa pisahan homolitik(Yunani, homo, “sama”).
Dalam
hal ini setiap atom yang turut dalam ikatan kovalen menerima satu elektron dari
pasangan yang saling dibagi yang asli. Yang dihasilkan adalah atom yang secara
listrik netral atau gugus atom. Pemaksapisahan homolitik menghasilkan atom atau gugus atom
yang mempunyai elektron yang berpasangan. Atom seperti H+ atau gugus atom seperti H3C yang
mengandung elektron tak berpasangan
disebut radikal bebas. Radikal bebas biasanya netral secara listrik
karena itu tak ada tarikan elektrostatik antara radikal bebas seperti ion. Energy
disosiasi ikatan memungkinkan ahli kimia untuk menghitung kesetabilan relative
dari senyawa dan meramaikan (sampai tariff tertentu) sebab-sebab reaksi kimia. Misalnya
suatu reaksi yang akan dibahas kemudian dalam teks ini adalah khlorinasi metana
CH4 : CH4 + Cl2 ® CH3Cl + HC
E) asam dan basa kimia organik
- Asam Lewis adalah zat yang dapat menerima sepasang elektron. Setiap spesies dengan atom yang kekurangan elektron yang dapat berfungsi sebagai asam Lewis, misalnya H+ adalah asam lewis. Kebanyakan asam Lewis selain H+ yang dijumpai dalam buku ini adalah garam logam anhidrat ( ZnCl2, FeCl3, dan AlBr3). Basa Lewis adalah zat yang dapat memberikan sepasang elektron. Contoh NH3 dan OH-, masing-masing mempunyai sepasang elektron valensi yang menyendiri yang dapat disumbangkan ke H+ atau asam Lewis lainnya.
- Asam dan Basa bronsted lowry
Menurut konsep Bronsted Lowry mengenai asam dan basa adalah zat yang dapat memberikan ion hidrogen yang bermuatan positif (H+) contohnya HCl dan HNO3. Basa adalah zat yang dapat menerima H+ contohnya adalah OH- dan NH3.· Asam dan Basa Kuat dan LemahAsam kuat adalah asam yang pada dasarnya mengalami disosiasi sempurna dalam air. Asam kuat yang representatif adalah HCl, HNO3, H2SO4. Ionisasi dari asam-asam kuat ini adalah reaksi asam basa yang khas. Asam HCl misalnya memberikan proton kepada basa H2O. Kesetimbangan terletak jauh ke kanan (ionisasi sempurna dari HCl) karena H2O merupakan asam lebih kuat daripada H3O+. Asam lemah hanya terionisasi sebagian dalam air. Asam karbonat adalah asam anorganik lemah yang khas. Kesetimbangan letaknya jauh ke kiri karena H3O+ adalah asam yang lebih kuat dan HCO3- adalah basa yang lebih kuat.· Asam dan Basa KonjugatKonsep asam dan basa konjugat berguna untuk membandingkan keasaman dan kebasaan. Basa konjugat dari asam adalah ion atau molekul yang dihasilkan setelah kehilangan H+ dari asamnya. Misalnya ion klorida adalah basa konjugat dari HCl. Asam konjugat dari NH3 adalah NH4+. Jika suatu asam itu kuat, maka konjugatnya lemah. dan bila asam lemah atau sangat lemah, basa konjugatnya adalah sedang kuatnya atau kuat, bergantung pada afinitas basa konjugat untuk H+. Jika kekuatan asam dari deret senyawa bertambah, kekuatan basa dari basa konjugatnya berkurang.
- Tetapan Keasaman Suatu reaksi kimia mempunyai tetapan kesetimbangan K yang menggambarkan seberapa jauh reaksi berlangsung sampai berkesudahan. Untuk ionisasi dari suatu asam dalam air, tetapan ini disebut tetapan keasaman Ka.
- Tetapan Kebasaan
Reaksi reversibel dari basa lemag dengan air, seperti reaksi dari asam lemah dengan air, menghasilkan konsentrasi ion yang kecil, tetapi tetap pada kesetimbangan. Tetapan kebasaan Kb adalah tetapan kesetimbangan untuk reaksi ini. Seperti dalam hal Ka, nilai[ H2O ] tercakup dalam Kb dalam ungkapan kesetimbangan.
Apa saja kedudukan suatu elektron yang di tentukan oleh 4 bilangan kuantum ?
BalasHapus1. Bilangan kuantum utama (n): mewujudkan lintasan elektron dalam atom.
Hapusn mempunyai harga 1, 2, 3, .....
- n = 1 sesuai dengan kulit K
- n = 2 sesuai dengan kulit L
- n = 3 sesuai dengan kulit M
- dan seterusnya
Tiap kulit atau setiap tingkat energi ditempati oleh sejumlah elektron. Jumlah elektron maksimmm yang dapat menempati tingkat energi itu harus memenuhi rumus Pauli = 2n2.
Contoh:
kulit ke-4 (n=4) dapat ditempati maksimum= 2 x 42 elektron = 32 elektron
2. Bilangan kuantum azimuth (l) : menunjukkan sub kulit dimana elektron itu bergerak sekaligus
menunjukkan sub kulit yang merupakan penyusun suatu kulit.
Bilangan kuantum azimuth mempunyai harga dari 0 sampai dengan (n-1).
n = 1 ; l= 0 ; sesuai kulit K
n = 2 ; l = 0, 1 ; sesuai kulit L
n = 3 ; l = 0, 1, 2 ; sesuai kulit M
n = 4 ; l = 0, 1, 2, 3 ; sesuai kulit N
dan seterusnya
Sub kulit yang harganya berbeda-beda ini diberi nama khusus:
l= 0 ; sesuai sub kulit s (s = sharp)
l= 1 ; sesuai sub kulit p (p = principle)
l = 2 ; sesuai sub kulit d (d = diffuse)
l = 3 ; sesuai sub kulit f (f = fundamental)
3. Bilangan kuantum magnetik (m): mewujudkan adanya satu atau beberapa tingkatan energi di dalam satu sub kulit. Bilangan kuantum magnetik (m) mempunyai harga (-l) sampai harga (+l).
Untuk:
l = 0 (sub kulit s), harga m = 0 (mempunyai 1 orbital)
l = 1 (sub kulit p), harga m = -1, O, +1 (mempunyai 3 orbital)
l = 2 (sub kulit d), harga m = -2, -1, O, +1, +2 (mempunyai 5 orbital)
l = 3 (sub kwit f) , harga m = -3, -2, O, +1, +2, +3 (mempunyai 7 orbital)
4. Bilangan kuantum spin (s): menunjukkan arah perputaran elektron pada sumbunya.
Dalam satu orbital, maksimum dapat beredar 2 elektron dan kedua elektron ini berputar melalui sumbu dengan arah yang berlawanan, dan masing-masing diberi harga spin +1/2 atau -1/2
Mengapa jari-jari atom sering disebut dengan jari-jari kovalen, dan apa yg menyebabkannya dapat berubah-ubah?
BalasHapusJenis-jenis jari-jari atom
HapusTerdapat beberapa jenis jari-jari atom yang digunakan untuk menyatakan jarak dari inti atom ke lintasan stabil terluar dari elektronnya, di antaranya adalah jari-jari kovalen, jari-jari logam dan jari-jari van der Waals. Ketiganya dipilih disebabkan oleh perbedaan dari sifat-sifat elemen yang akan diukur.
1. Jari-jari kovalen
Jari-jari atom diukur menggunakan jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang memiliki jenis ikatan kovalen. Umumnya elemen-elemen ini merupakan elemen-elemen non-logam. Secara teknis jarak yang diukur adalah setengah dari jarak internuklir antara dua atom bertetangga terdekat dalam kisi-kisi kristal.
Jari-jari kovalen untuk elemen-elemen yang tidak dapat berikatan dapat diperkirakan dengan melakukan kombinasi jari-jari dari elemen-elemen yang dapat berikatan dalam molekul untuk atom-atom yang berbeda.
Jari-jari atom berubah-ubah bergantung pada besarnya tarikan antara inti dengan elektronnya. Makin besar tarikan makin kecil jari-jari atomnya. Tarikan inti terhadap elektron dipengaruhi oleh jumlah proton dalam inti dan jumlah kulit yang mengandung elektron. Inti dengan jumlah proton yang lebih banyak mempunyai tarikan yang lebih besar terhadap elektron-elektronnya. Penurunan jari-jari atom dari kiri ke kanan dalam periode yang sama disebabkan bertambahnya jumlah proton di dalam inti atom sedangkan jumlah orbitalnya sama. Dengan bertambahnya jumlah proton tarikan inti terhadap elektron Valensi makin kuat sehingga terjadi pengerutan volume atom.
Akibatnya jari-jari atom dari kiri ke kanan mengecil. kenaikan jari- jari atom dari atas ke bawah dalam golongan yang sama disebabkan bertambahnya jumlah orbital lintasan elektron. Bertambahnya orbital menyebabkan volume atom mengembang sehingga jari-jari atom meningkat
Apakah asam dan basa organik mempunyai senyawa yang sangat kuat untuk bereaksi dengan semua unsur?
BalasHapusTidak karena Maksud dari asam organik merupakan asam lemah karena ionisasi sangat tidak lengkap. Pada suatu waktu sebagian besar dari asam berada di larutan sebagai molekul yang tidak terionisasi. Sebagai contoh pada kasus asam etanoik, larutan mengandung 99% molekul asam etanoik dan hanya 1 persen yang benar benar terionisasi. Posisi dari kesetimbangan menjadi bergeser ke arah kiri. Asam organik dicirikan oleh adanya atom hidrogen yang terpolarisasi positif. Terdapat dua macam asam organik, yang pertama adanya atom hidrogen yang terikat dengan atom oksigen, seperti pada metil alkohol dan asam asetat. Kedua, adanya atom hidrogen yang terikat pada atom karbon di mana atom karbon tersebut berikatan langsung dengan gugus karbonil (C=O), seperti pada aseton.
HapusBasa organik dicirikan dengan adanya atom dengan pasangan elektron bebas yang dapat mengikat proton. Senyawa-senyawa yang mengandung atom nitrogen adalah salah satu contoh basa organik, tetapi senyawa yang mengandung oksigen dapat pula bertindak sebagai basa ketika direaksikan dengan asam yang cukup kuat. Perlu dicatat bahwa senyawa yang mengandung atom oksigen dapat bertindak sebagai asam maupun basa, tergantung lingkungannya. Misalnya aseton dan metil alkohol dapat bertindak sebagai asam ketika menyumbangkan proton, tetapi sebagai basa ketika atom oksigennya menerima proton.
Hai selly, tolong jelaskan mengapa Eleketron yang diangkat ke inti lebih tertarik pada proton dalam inti dari pada electron yang lebih jauh kedudukannya?
BalasHapusKarena Elektron dalam suatu atom ditarik oleh proton dalam inti atom melalui gaya elektromagnetik. Gaya ini mengikat elektron dalam sumur potensi elektrostatik di sekitar inti. Hal ini berarti bahwa energi luar diperlukan agar elektron dapat lolos dari atom. Semakin dekat suatu elektron dalam inti, semakin besar gaya atraksinya, sehingga elektron yang berada dekat dengan pusat sumur potensi memerlukan energi yang lebih besar untuk lolos.
HapusKomentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus